23 november 2011
yapp, tak tau kenapa tiba-tiba saya ingin menulis hal ini, hal apakah itu??jeng jeng.....#serius ini serius (serius dah bubar rin *tepok jidat*)
baru saja saya selesai membaca beberapa artikel ya sungguh-sungguh menyentuh, mengharu biru, dan entah bahasa apalagi yang harus ku tulis untuk menggambarkan apa yg kurasa setelah membaca artikel tersebut.
tahu tidak mengapa saya suka sekali membaca? karena banyak sekali artikel-artikel yang memiliki kekuatan untuk membuat kita kuat dan semakin kuat. kok bisa??ya, pasti bisa. banyak sekali orang yg menginspirasi didunia ini, gak usah jauh-jauh disekitar kita pasti banyak. hanya saja terkadang kita (mem)butakan mata kita dan seolah tidak tahu tentang itu bahkan tidak mau tahu.
mungkin ada beberapa orang yang malu untuk menangis saat melihat sesuatu yg menyedihkan, atau mungkin ada orang yg sulit untuk bisa berempati (saya tidak tahu==). bukan berarti rasa empati harus diiringi tangis sih, tapi paling tidak saat ada suatu keadaan atau kondisi yg membutuhkan hati dan menguras emosi, kita bisa tahu apa yg harus kita lakukan dan apa yg tidak pantas untuk kita lakukan, bagaimana rasa empati kita tunjukan dan sebagainya. (banyak lo yg gak tau harus berbuat apa saat berada dikondisi yg tidak menyenangkan). ya setiap orang berbeda atau bahkan mungkin kita belum sampai dititik itu untuk bisa tahu betapa sakitnya dah susahnya untuk melalui suatu kondisi, tapi kita tak harus sakit dulu, kita tak harus jatuh dulu untuk bisa memberikan suatu perhatian kita pada orang lain, suatu empati kita pada orang lain. tapi ada saatnya hati kita dibuka, hati kita dibiarkan untuk merasakan apa yg sebenarnya ia(hati kita) rasakan.
ada beberapa cerita atau artikel atau kisah atau apalah itu namanya yg justru membuat saya kuat tapi disisi lain menjadi malu. kenapa malu??ya saya malu. selama ini saya hanya sibuk dengan apa yg saya inginkan, saya sibuk untuk merencanakan ini dan itu, kadang lupa bersyukur dengan apa yg kita punya, sering mengeluh dengan keadaan yg padahal tidak ada apa-apanya dengan apa yg dialami orang-orang diluar sana.
diluar sana banyak anak-anak yg harus mengalami keadaan yg teramat sulit, menderita penyakit kronis ditengah keadaan dan ketidak mampuan keluarga, dan banyak lagi cerita-cerita yang lain, tapi mereka tetap tegar dan kuat, dan disini saya masih sering mengeluh dengan keadaan dan fasilitas yg saya dapatkan. masih sering marah dengan banyak hal yg ada, padahal kalau ditilik lagi apa sih yg kurang dari hidup saya? tidak ada. saya diberi banyak hal luar biasa oleh Allah S.W.T mulai dari orang tua yg begitu menyayangi saya, adik yg begitu bersemangat , teman-teman, fasilitas, saya bisa kuliah, saya bisa beli buku, apapun yg saya mau insyaAllah masih bisa terpenuhi, tapi terkadang kita lupa dengan ini, kita menjadi tidak bersyukur. ini yg membuat saya malu, malu dengan diri saya sendiri.
selain itu, diusia segini saya belum melakukan banyak hal, bahkan belum ada yg bisa saya lakukan untuk orang-orang disekitar saya. karena menurut saya sukses itu tidak hanya dinilai dari seberapa bahagianya kita tapi berapa banyak orang yg bahagia dengan adanya saya.
jujur saya sedih saat banyak anak-anak yg tidak mau sekolah atau tidak mau untuk berusaha maju dari keadaannya, dan parahnya lagi mereka justru menghabiskan waktu mereka hanya untuk berhura-hura, merusak diri mereka (kalimat ini ditulis dari apa yg saya lihat dan bukan mengada-ada), dan saya tak tahu apa memang tidak ada rasa untuk ingin maju dari keadaan sebelumnya atau karena mereka tidak ingin keluar dari zona nyaman mereka untuk mencoba hal baru yg lebih bermanfaat. tak jarang beberapa dari mereka kalau dilihat kembali justru memiliki materi yg cukup. padahal diluar sana banyak anak-anak yg ingin sekolah, banyak anak-anak yg terseok-seok mencari uang sendiri untuk biaya pendidikannya. hmm, hal ini juga yg membuat saya selalu memotivasi diri saya dan adik saya untuk bisa lebih baik dari hari kehari. dan harus lebih bersyukur dengan apa yg sudah dimiliki saat ini.
mereka yg diciptakan dengan kekurangan tertentu, dengan kondisi tertentu, bukan tanpa maksud. mereka diciptakan agar kita yg 'sempurna' (diciptakan dengan keadaan normal, keluarga lengkap, dan serba berkecukupan) sadar diri, bisa saling menghargai, saling membantu, bisa lebih kuat dan tak suka mengeluh. mereka adalah sosok yg diciptakan agar kita bisa menjadi pribadi yg lebih kuat (seharusnya).
disini kita belajar, belajar untuk menghargai dan mencintai diri kita sendiri, belajar untuk bersyukur dan belajar untuk lebih berempati. untuk menuai sesuatu kita harus menaburnya terlebih dahulu. saat kita baik dengan seseorang, saat kita membantu seseorang, suatu saat jika kita mengalami suatu kesulitan, sering bukan orang yg sama yg akan mebantu kita, tapi Allah akan mengirimkan orang yg lain untuk membantu kita.
kita diciptakan bukan karena suatu kebetulan tapi karena suatu TUJUAN.
terimakasih, wassalam.
0 komentar:
Pasang emoticon dibawah ini dengan mencantumkan kode di samping kanan gambar.
Posting Komentar